Translate

Kamis, 29 Oktober 2015

Sukses Meningkatkan Kecerdasan Emosi


Jika kita tidak mengelola emosi kita, maka diri kita akan diperbudak oleh emosi-emosi yang muncul. -Reza Wahyu

Kesuksesan seseorang tidak hanya tergantung dari kinerja dirinya sendiri. Seringkali, orang lain adalah faktor kunci dalam keberhasilan seseorang. Apalagi, jika kita berada dalam suatu lingkungan kerja seperti pada suatu perusahaan.

Kemajuan karir atau bisnis kita akan sangat ditentukan oleh beragam kesempatan dan peluang. Banyak kesempatan yang didapat dari pertemuan dengan orang lain atau menemukan orang yang tepat yang bisa memberikan peluang kita untuk maju.
Pekerjaan yang kita lakukan juga akan menjadi lebih efektif jika kita mendapatkan bantuan dan dukungan dari orang lain. Maka dari itu, jaringan pertemanan dan relasi bisnis menjadi sangat penting bagi kesuksesan bahkan melebihi kompetensi diri sendiri atau kecerdasan intelektual (IQ).

Maka dari itu, kecerdasan emosi dan sosial adalah kunci dari keberhasilan sejati disamping kecerdasan intelektual. Kecerdasan emosi akan memampukan kita untuk mengelola diri dalam berperilaku. Kecerdasan sosial akan meningkatkan keahlian komunikasi kita serta berstrategi dalam interaksi kita dengan orang lain untuk mencapai tujuan kita secara sukses.
Orang-orang yang sukses di berbagai bidang menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam mengelola diri dan hubungan sosial dengan orang lain. Kemampuan inilah yang disebut dengan kecerdasan emosi atau EQ/EI.

Menurut suatu survei oleh lembaga peneliti, 90 persen karyawan yang berkinerja tinggi memiliki kecerdasan emosi yang tinggi pula. Sementara 80% pekerja yang produktivitasnya rendah memiliki kecerdasan emosional yang juga rendah.

Positifnya, kecerdasan emosi atau EQ bisa berkembang seiring pembelajaran personal yang tidak seperti IQ yang cenderung stagnan tidak bisa berubah banyak. Kecerdasan emosi ini bisa kita tingkatkan, yang pada akhirnya bisa meningkatkan peluang kita untuk sukses.
Kecerdasan emosi dan sosial ini akan memampukan seseorang dengan berbagai keahlian seperti memotivasi diri, mengatasi stres dan tekanan di tempat kerja, menguatkan kegigihan, menangani konflik, berkolaborasi, berdisiplin, bekerja sama dalam tim, membangun kepercayaan, keahlian persuasi serta negosiasi, mempengaruhi orang lain dan kepemimpinan.

Maka dari itu, pengukuran dan pelatihan dalam aspek kecerdasan sosial-emosional sangat direkomendasikan kepada perusahan-perusahaan yang ingin unggul dalam persaingan. Kecerdasan emosi atau EI menjadi satu keunggulan kompetitif strategis yang menguntungkan perusahaan.

Di tahun 1980-an, seorang psikologis bernama Dr. Reuven Baron memulai riset di bidang etika dan perilaku terhadap orang-orang yang dinilai pintar. Tahun 1985, dia menciptakan istilah kecerdasan emosi dan terus menguji keilmiahan dari teorinya. Tahun 1997, setelah 17 tahun meneliti, dia menerbitkan tulisan yang memverifikasi validitas dari kecerdasan emosi.

Terdapat beberapa faktor dalam kecerdasan emosi yang menunjang kompetensi seseorang dalam suatu lingkungan kerja. Ada faktor kesadaran diri untuk memahami emosi pribadi dan mengendalikannya. Lalu faktor empati agar bisa lebih mengerti orang lain dan membaca arah dinamika berkelompok. Faktor ketegasan untuk mengekspresikan perasaan, keyakinan, dan pemikiran secara efektif tanpa agresivitas yang berlebihan.

Kecerdasan emosi juga akan memampukan seseorang untuk membedakan pengalaman subyektif dari fakta-fakta yang obyektif, mengatur harapan yang realistis, dan menolak impuls atau dorongan untuk bertindak secara terburu-buru.

Selanjutnya, kecerdasan emosi yang tinggi ditandai oleh keahlian beradaptasi secara fleksibel dengan menyesuaikan perilaku terhadap perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Membangun perilaku yang konstruktif serta penuh percaya diri untuk berkinerja secara lebih baik.

Dan banyak sikap-sikap lainnya yang menunjukkan ketinggian dari kecerdasan emosi seseorang seperti rasa tanggung jawab, mandiri tapi mau bekerja sama dan jadi pendengar yang baik, optimis serta banyak sifat-sifat positif yang tahan terhadap stres ataupun tekanan.

Kecerdasan emosi akan sangat mendukung kesuksesan seseorang kala menghadapi masalah dari lingkungan dan tantangan dari orang lain. Hasrat diri untuk beraktualisasi akan memenuhi potensi kapasitas dirinya agar mampu menciptakan kehidupan yang sejahtera.
Dengan kata lain, kecerdasan emosi yang tinggi berarti motivasi yang tinggi juga untuk mencapai sukses.

Pemimpin yang cerdas emosinya akan bisa memberikan keteladanan yang inspiratif untuk dicontoh, dan arahan yang efektif berkat pemahamannya pada emosi dirinya dengan orang-orang dalam interaksi sosialnya. Para manajer yang meningkat kecerdasan emosinya akan menjadi visioner, inovatif, serta semakin kompeten dalam mengelola diri dan orang lain.

Komunikasi antar rekan kerja, kepada atasan atau bawahan, dan sama pihak-pihak lainnya yang terkait akan semakin lancar berkat peningkatan kecerdasan emosi ini. Jaringan binis dan dinamika kelompok kerja akan mampu mengatasi segala tantangan dalam berinteraksi. Para pegawai akan menjunjung integritas yang tinggi, karyawan menjadi proaktif dan bersemangat dalam bekerja.

Kita bisa meningkatkan kecerdasan emosi ini dimulai dari diri sendiri (selain mengikuti trainingnya), misalnya dengan mempelajari emosi-emosi yang negatif. Kita harus belajar mengenal penyebab dan teknik menenangkan diri dari emosi yang negatif. Saya akan menuliskan beberapa tip praktis untuk meningkatkan kecerdasan emosi di tempat kerja dalam blog 100motivasi ini di tulisan-tulisan selanjutnya. Selain itu, kita perlu mengerti petunjuk-petunjuk non-verbal dari interaksi kita dengan orang lain.

Maka dari itu, kemampuan untuk bisa asertif dan mengeluarkan emosi-emosi yang sulit amat diperlukan jika kita ingin meningkatkan kecerdasan emosi ini. Dan tentunya juga bersama dengan kemampuan kita dalam mengungkapkan emosi-emosi yang intim dalam hubungan personal kita.

Akhirnya, kita juga bisa meningkatkan sukses di perusahaan tempat kita bekerja dengan aplikasi kecerdasan emosi yang mumpuni. Saya akan memaparkan teknik-teknik meningkatkan produktivitas dengan implementasi kecerdasan emosi di tempat kerja, stay tuned!


http://tipsmotivasi.com/2012/10/13/sukses-meningkatkan-kecerdasan-emosi/

2 Kata Kunci Kesuksesan Kepemimpinan


Lebih baik berani mengambil keputusan dengan resiko salah (yang masih sempat diperbaiki) daripada meragu berlama-lama dan tahu yang benar tapi sudah terlambat. -Marylin Moats Kennedy
Salah satu kualitas yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin yang kompeten adalah ketegasan dalam mengambil keputusan. Bahasa kerennya: decisiveness.
Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan dari ketegasannya dalam mengambil keputusan yang tepat bahkan ketika sedang menghadapi ketidakpastian.
Dan dua kata kunci yang penting bagi pengambilan keputusan secara tegas adalah YA dan TIDAK.
 
Seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan secara pasti dan tidak ragu-ragu dalam menjalankannya. Konsisten serta bertanggung jawab dalam setiap pilihannya.
Seringkali banyak keputusan yang diambil mengundang kontroversi, itu tetap dibenarkan asalkan tidak bertentangan di dalam diri sang pemimpin itu sendiri. Keputusannya harus bulat: YA atau TIDAK, tak bisa meragu dan mengambang.

Tegas sepenuh hati siap melaksanakan keputusannya dan bertanggung jawab atas pilihannya tersebut. Mendukung implementasi dari kebijakan yang diambil semaksimal yang dia bisa. Jangan sampai jadi pemimpin yang lemah dan gagal karena tidak bisa tegas.
Misalnya; seorang direktur memutuskan YA dalam penghematan anggaran atau memberhentikan beberapa orang, namun kemudian pikirannya menjadi galau dan hati kecilnya berkata TIDAK karena tetap bersifat boros atau kasihan dengan para pekerja yang dipecat itu.
Contoh lainnya: seorang manajer yang ingin karyawannya termotivasi memutuskan aturan yang ketat dan sanksi disiplin yang keras tapi dirinya sendiri bekerja dengan semangat yang kendor.
 
Atau seorang atasan yang mengatakan TIDAK, menolak ide-ide dari bawahannya tapi tetap memikirkan usulan tersebut bahkan mencuri ide tersebut dan memodifikasi untuk menutup-nutupi kecurangannya.
 
Keputusan yang terbaik adalah yang dipilih secara tegas dengan konsistensi yang tanpa keraguan. Pilih YA atau TIDAK tanpa kebimbangan. Keputusan yang cepat diambil lebih unggul dan siap bertanggung jawab. Keputusan yang diambil dengan segera akan dapat dievaluasi dan diperbaiki seiring waktu.
 
Kemajuan dan pelajaran berharga akan diperoleh jika pemimpin dapat dengan tegas memutuskan. Kesuksesan di masa depan diraih dengan kesigapan dalam mengambil kesempatan yang ada. Keberhasilan kita didapat dari kecepatan menangkap peluang yang datang. Kesemuanya membutuhkan keberanian seorang pemimpin untuk tegas memutuskan.
Tidak mungkin semua fakta bisa diperoleh untuk menilai setiap pilihan secara sempurna, keberanian seorang pemimpinlah yang akan membawa kesuksesan di masa depan. Berani untuk tegas dalam mengambil keputusan. YA atau TIDAK.
 
Oleh karena, pencapaian kesuksesan didapat dari visi dan disiplin dari eksekusi pilihan-pilihan diambil dengan ketegasan. Masa depan kita ditentukan oleh keputusan-keputusan yang dikerjakan dengan komitmen penuh. Beranikah Anda memimpin?

Inspirasi Dari Film The Billionaire


Film Billionaire adalah salah satu film yang sangat menginspirasi bagi saya dan mungkin beberapa orang yang telah menontonnya. Film ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang awalnya pecandu game online yang keluarganya terlilit hutang sangat banyak berubah menjadi pengusaha rumput laut terkenal di Thailand dan mungkin dipuluhan Negara lainnya. Film ini diangkat dari kisah nyata seseorang yang bernama Top Ittipat yang diperankan oleh Peach Pachara Chirathivat, bagi yang sudah menonton film Thailand berjudul suck seed pasti tahu siapa dia.

Awal cerita dimulai pada saat Top Ittipad masih duduk dibangku SMA pada tahun 2004 dan masih gemar bermain game online dan menghasilkan banyak uang dari game tersebut dari penjualan senjata-senjata digame tersebut. Uang yang didapatkan begitu banyak hingga bisa beli mobil dan hal-hal yang di inginkan seperti Play Station 2, kehidupan top bisa dibilang boros. Karena kegemaran dengan game online dia hingga lupa diri untuk belajar sehingga tidak masuk ke perguruan tinggi negeri sehingga harus masuk universitas swasta. Disisi lain orang tua Top sedangn mengalami masalah finansial dan terlilit hutang sangat banyak namun masih berusaha untuk membiayai biaya Top kuliah tetapi Top menolak. Akhirnya dia bisa kuliah tapi dengan mencuri jimat milik ayahnya dan digadaikan.

Selama perkuliahan Top seperti tidak tertarik dengan kuliah karena dikepalanya hanya terpikirkan bagaimana caranya mencari uang dan menebus jimat milik ayahnya. Suatu ketika Top berjalan-jalan kesebuah pameran dan melihat ada sebuah alat untuk menggoreng kacang kemudian terpikir untuk berjualan kacang. Top lalu menyewa alat tersebut dengan harga 10.000 bath perbulan, disini keberanian Top terlihat. 

Kemudian dia membuka toko kacang di Mall, disini perjuangan Top dimulai untuk dapat membuat kacang yang enak dia bertanya kepada tukang kacang dijalanan bagaimana caranya membuat kacang yang enak. Namun walaupun dia berhasil membuat kacang yang enak,dagangan tetap tidak laku sehingga membuat Top sedikit frustasi dan mencoba beberapa cara agar tidak laku. Suatu ketika Top berjalan kesebuah pasar tradisional dan mendapatkan beberapa inspirasi seperti memberikan diskon dan lokasi sangat menentukan bisnis.

Kemudian Top bersikeras meminta pindah tempat ke bagian depan Mall dan terlihat bahwa kacang goreng semakin laku keras kemudian ia membuka beberapa cabang, namun usaha tersebut tersendat dikarenakan mesin pembuat kacang goreng tersebut menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup. Setelah itu dia mendapatkan inspirasi untuk membuat rumput laut goreng dan ia membeli beberapa rumput laut namun basi dalam waktu 1 minggu, ini membuatnya bertanya-tanya dan mendatangi professor dibidang pangan untuk menyelesaikan masalah ini. Profesor tersebut berhasil membantu Top membuat makanan agar tidak mudah basi dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. 

Kemudian tantangan berikutnya adalah Top tidak bisa membuat rumput laut yang enak karena setelah digoreng rasanya pahit. Dia dan pamannya menghabisakan lebih dari 100.000 bath (28 juta) untuk uji coba rumput laut tapi gagal, sampai semua rumput lautnya habis. Dan beberapa tahapan lagi agar sampai akhirnya dia mempunyai pabrik rumput laut dan dijual dilebih dari 40 negara, mempunyai perkebunan rumput laut dikorea selatan serta penghasilan 800 juta bath pertahun. Cerita lengkapnya bisa anda tonton sendiri mumpung sekarang masih tayang di blitz megaplex.

Lalu Inspirasi apa yang didapatkan dari film ini?


Banyak sekali inspirasi yang didapat dari film ini tapi ada beberapa yang sangat memacu semangat saya untuk terus berjuang meraih sukses. Diantaranya adalah kita tidak boleh menyerah dalam menggapai cita-cita serta kerahkan semua apa yang dipunya dan kekuatan yang kita miliki hingga titik darah penghabisan karena dengan begitu sukses semakin dekat dengan diri kita. Kemudian bila anda mendapatkan suatu peluang maka janganlah berkata TIDAK, cobalah terlebih dahulu dan teruslah berjuang untuk peluang tersebut. Sulit untuk mengungkapkan apa yang terkandung didalam film tersebut sebelum anda menonton sendiri. Ini bukan promosi melainkan hanya himbauan untuk mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga.

Kapan ya indonesia mempunyai film-film berkualitas seperti dinegeri tetangga itu, saya doakan perfilman indonesia semakin bagus dan banyak unsur pendidikan didalamnya. Salah satu bagian yang menarik dari film The Billionaire adalah saat Top sedang menunggu bertemu direksi 7-11 kemudian tertidur, saat tertidur tersebut tiba-tiba ada suara yang ternyata lagu kebangsaan Thailand dan ia berdiri hingga lagu berakhir. Dari sini dapat terlihat bahwa disana masih tinggi jiwa nasionalisme-nya, dan filmpun mengangkat tera tersebut.

sumber : http://awangjivi.com/

Kalau Anda Punya Masalah, Berbahagialah !!

DON'T BE SAD
Mendengar judul diatas mungkin anda bertanya-tanya, apakah saya tidak salah ketika mengatakan hal itu. Anda mungkin berkata ” bukankah lebih berbahagia kalau kita sama sekali tidak punya masalah? ” Kalau demikian, ANDA SALAH BESAR. Dimana ada kehidupan disitu pasti ada permasalahan. Namun tahukah anda bahwa dibalik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju. Ada sebuah kata-kata bijak dari Norman Phill yang patut anda renungkan.Dalam bukunya ” You Can If You Think You Can” , ia mengatakan begini :


”apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah ia memberikannya kepada anda? Apakah ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak?. Tidak. Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik. Lalu melihat dari jauh apakah anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu dan menemukan isinya yang sangat berharga. Bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang ”.

Pernyataan tersebut bukanlah sekedar kata-kata yang indah untuk menghibur anda yang sedang kalut menghadapi suatu masalah. Ini adalah perubahan paradigma dan perubahan   cara berfikir. Keadaan apapun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kitalah yang memberikan lebel positif atau lebel negatif terhadapnya. Peristiwanya sendiri sebetulnya tidak begitu penting. Tetapi respon kita terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya.

Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayangnya lebih banyak orang yang mengganggap masalah sebagai sesuatu yang harus di hindari. Mereka tidak mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Ibarat mendaki gunung, ada orang yang gampang menyerah, mereka mundur teratur dan menolak kesempatan yang berikan oleh gunung. 

Ada orang yang gampang puas yang mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat yang nyaman untuk berkemah dan beristirahat. Mereka hanya mencapai sedikit kesuksesan. Tapi sudah merasa puas dengan hal itu. Orang ketiga adalah orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian dan tidak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya, orang seperti ini senantiasa melihat hidup sebagai ujian dan tantangan ia dapat mencapai puncak gunung karena memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi mengalahkan tingginya gunung. Orang dengan tipe ini benar benar meyakini apa yang pernah dikatakan H. Shock :

” Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung  sebelum anda mencapai puncaknya karena begitu anda ada puncak anda akan melihat betapa rendahnya gunung itu”.

Semua masalah sebenarnya adalah rahmat terselubung. Mereka berjasa karena dapat membuat kita menjadi lebih baik, lebih bijaksana, lebih arif, lebih sabar.

Anda baru bisa disebut sebagai manager yang baik kalau anda mampu  memimpin seorang bawahan yang sulit yang membuat para manager yang lain angkat tangan.

Anda baru disebut sebagai orang tua yang baik kalau anda dapat menanggani anak yang bermasalah ataupun menantu yang keras kepala yang melakukan sesuatu melebihi batas  kesabaran anda. Anda baru dapat disebut profesional kalau anda mampu menangani pelanggan yang cerewet. Yang sering mengeluh yang banyak maunya.

Untuk mencapai kesuksesan anda perlu memiliki kecerdasan dan daya tahan yang tinggi untuk menghadapi masalah. Hal tersebut dimulai dari mengubah pola fikir dan paradigma anda sendiri. Mulailah melihat semua masalah yang anda hadapi sebagai peluang sebagai kesempatan sebagai rahmat. Anda akan merasa tertantang namun tetap mampu menjalani hidup yang tenang dan damai. Berbahagialah jika anda memiliki masalah. Itu artinya anda sedang hidup dan berkembang. Justru bila anda tidak punya masalah sama sekali, saya sarankan anda segera berdo’a :

” Ya Tuhan, Apakah kau tidak percaya lagi padaku sehingga kau tidak mempercayakan satupun kesulitan untuk aku atasi”.

Dengan do’a demikian anda tak perlu hawatir Tuhan amat mengetahui kemampuan kita masing-masing ia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya. Jadi Kalau Anda Punya Masalah, Berbahagialah !.
http://collection27.blogspot.co.id/2012/01/kalau-anda-punya-masalah-berbahagialah.html

Bekerja (Mencari Uang) Dalam Paradigma Umum & Paradigma Sukses/Wirausaha

Paradigma Umum (Pola 1)

Pola ini dianut oleh 90% orang diseluruh dunia, sedangkan di Indonesia sekitar 97% masyarakat Indonesia menganut pola ekonomi seperti ini.
Orang (90%) kerja hanya memiliki 10% uang yang beredar. Mereka senantiasa bekerja setiap hari untuk mewujudkan Rencana Masa Depan.


Artinya Anda harus terus bekerja untuk menghasilkan uang dan mewujudkan Rencana Masa Depan, mari kita ambil contoh 2 pertanyaan:
  1. Apakah Anda tetap menghasilkan uang jika Anda tidak bekerja?
  2. Seandainya Anda bekerja secara terus menerus perlu berapa tahun untuk mewujudkan Rencana Masa Depan Anda? (coba disimulasikan dengan cara "sesuatu yang ingin Anda beli" dibagi dengan "jumlah uang yang bisa Anda tabung setiap bulanya!")
Robert Kiyosaki memberi nasehat, jika Anda masih di pola 1 sebaiknya Anda segera mempersiapkan diri masuk ke pola 2 mengapa?

Karena Pola 1 :
  1. Pola pekerjaan tidak aman, untuk mendapatkan uang harus membarterkan waktu & tenaga. Kalau suatu saat tidak mempunyai waktu atau tenaga ( kecelakaan, sakit, kena PHK, etc ) sehingga tidak bisa bekerja, maka tidak akan mendapatkan uang. Kemudian Rencana Masa Depan Anda?
  2. Memiliki penghasilan yg Linier. Penghasilan rata-rata naik 0-20% per tahun padahal kebutuhan (BBM, tabung gas, air & listrik) naik 80-200% per tahun. Jadi hidup semakin lama semakin sulit. Bayangkan, sampai kapan kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita?

Paradigma Sukses/Wirausaha (Pola 2)

Pola ini hanya dianut oleh sekitar 10% orang di dunia tetapi mereka menguasai 90% uang di dunia. Orang (10%) KERJA membangun ASET menghasilkan UANG (90%) untuk mewujudkan RENCANA MASA DEPAN.

Artinya Anda BEKERJA untuk MEMBANGUN ASET. Katakanlah hanya selama 6-12 bln. Asyiknya, setelah Aset terbentuk walaupun Anda tidak bekerja, Aset akan menghasilkan uang secara terus menerus, selain itu Pola 2 memiliki potensi penghasilan yang tidak terbatas. Jadi pasti dengan sangat mudahnya Anda dapat mewujudkan Rencana Masa Depan yang Anda inginkan. Namun tidak banyak orang yang menjalankan pola 2 ini. Banyak alasan yang menyebabkan mereka mengurungkan niatnya untuk membangun ASET. Salah satu diantaranya adalah terbatasnya MODAL dan kurangnya keahlian.



( Sumber : http://www.mitra-dbs.net/ )

Filosofi Ikan dan Kolam dalam Dunia Kerja

Dalam dunia kerja terutama swasta sangat sering dijumpai turn over karyawan (terutama entry level) yang tinggi. Jika ditelaah dari sisi luar sang karyawan mungkin dapat dimungkinkan bisa saja karyawan mempunyai alasan kenapa dia pindah dari tempat bekerjanya.


Alasan itu sangat simpel, hanya 3 alasan yang mungkin, yakni :

1. Gaji yang diberikan terlalu kecil
2. Suasana kerja yang tidak nyaman
3. Sudah tidak ada tantangan.

Namun sebenarnya ada sisi lain yang perlu disimak, yakni tentang motif seorang karyawan dalam bekerja di suatu perusahaan yang dikaitkan dengan fenomena turn over karyawan. Jika diibaratkan ikan adalah karyawan, dan kolam adalah perusahaan tempat bekerja, maka terdapat suatu filosofi yang menarik dalam dunia kerja. Filosofi ini lebih mengarah pada motif tersebut, yakni kenapa ia ingin berpindah perusahaan

Pertama, filosofi yang keliru :

1. Ingin menjadi ikan kecil di kolam besar
Artinya si karyawan memilih perusahaan yang besar dan memberikan fasilitas yang besar, walaupun dia tetap menjadi karyawan level bawah terus, asalkan aman dan terjamin, serta bangga akan statusnya di perusahaan yang besar

2. Ingin menjadi ikan besar di kolam yang kecil
Artinya sang karyawan ingin menjadi “bos” secara instant di perusahaan yang kecil. Jadi tanpa adanya saingan yang kompetitif, ia sudah bisa menjadi minimal sebagai penyelia.

Kedua filosofi tersebut tidak bisa dipungkiri adalah sebagian motif dari tenaga kerja entry level yang suka berpindah-pindah kerja.

Seharusnya, ada motif ketiga bagi tenaga kerja entry level yang baik dalam langkahnya bekerja, atau memilih pekerjaan yakni:
” Menjadi ikan kecil yang akan terus membesar dan kolamnya akan terus membesar karena keberadaannya”

artinya, dia akan menjadi karyawan yang dedikatif yang bekerja keras membangun perusahaannya. Jika alasan ke-tiga ini tidak bisa dilakukan, maka tak ada alasan untuk mempersalahkan sang ikan untuk meloncat ke kolam yang lain

Jika seorang pemilik kolam (baca: pemilik perusahaan) berhasil mendapatkan karyawan bermotif seperti ini, lalu dia mampu menyadari bahwa ikan-ikannya ingin menjadi besar dan meyakinkan bahwa dia bertekad membesarkan ikan dan kolamnya. Maka dapat dipastikan terjadi suatu sinergi yang dahsyat dalam perusahaan itu.
Jadi Bagi sang ikan….luruskan motifmu dan pilihlah kolammu
dan bagi pemilik kolam….rawatlah ikan dan kolammu agar ikan-ikanmu tidak melompat ke kolam sebelah.

Pesan :

Dimana pun kita mendapatkan pekerjaan, jadikanlah pekerjaan itu sebagai HOBI. karena dari HOBI kita akan senang dalam melakukan sesuatu hal apapun. Dan dari situlah kita dapat menyesuaikan ruang lingkup kerja dengan karakter individual kita sendiri. Semoga bermanfaat.


http://collection27.blogspot.co.id/2012/02/filosofi-ikan-dan-kolam-dalam-dunia.html

Keberanian Entrepreneur Ala Abdurrahman bin ‘Auf.

Adalah Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu, salah seorang yang berangkat hijrah ke negeri Madinah dari Mekah tanpa berbekal apapun, beliau melangkah menuju Allah dan Rasul-Nya. Sesampainya para sahabat di Madinah, masing-masing mendapatkan seorang rekan dari penduduk Madinah yang dijalinkan persahabatan mereka oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdurrahman bin Auf mendapatkan rekan Sa’ad Bin Rabi Al Anshari radhiallahu ‘anhuma. Saking kuat persahabatan yang dijalinkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam antara mereka, Sa’ad bin Rabi’ serta merta berkata pada Abdurrahman. “Silahkan ambil separuh hartaku untukmu.” Namun, apa jawaban Abdurrahman? 




Beliau menolak dengan halus seraya berkata, “Terima Kasih", Semoga Allah memberkahi hartamu, tunjukkan saja padaku di mana letak pasar!”
Mulai sejak itu beliau berwirausaha sehingga menjadi salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kaya raya. Sungguh menakjubkan sikap yang ditunjukkan Abrurrahman bin Auf ini, beliau lebih memilih untuk memulai usaha dari nol daripada menerima pemberian orang lain. Inilah sikap yang harus ditiru oleh para wirausahawan muslim, yaitu: sikap Berani untuk memulai usaha.

Beranjak dari hikmah yang dapat kita ambil dari sahabat ini, maka kami akan mengajak para wirausahawan muslim terutama para pemula, untuk membangkitkan keberanian dalam beberapa hal, di antaranya :

1. Berani Memulai

Sudah rahasia umum, bahwa seorang dilanda rasa takut untuk memulai suatu usaha karena yang terbayang di hadapannya adalah “bagaimana kalau gagal”.
Maka, untuk menepis perasaan ini, marilah kita buat perhitungan: Kalau kita mau mulai, ada dua kemungkinan yang menanti: mungkin berhasil atau mungkin gagal. Tapi, kalau kita tidak pernah memulai, cuma ada satu kepastian yang menghampiri, pasti gagal. Nah, sekarang silahkan pilih,


Berani mencoba = 50% gagal – 50% berhasil
Takut / tidak mau mencoba = 100% gagal?


Rasa takut bercampur khawatir yang diderita oleh setiap pemula usaha adalah suatu  yang wajar adanya. Karena mereka sekarang sedang memasuki “dunia lain”. Tapi bukan berarti ketakutan itu harus dipelihara menjadi semak belukar. Malah seharusnya dipangkas sehingga bisa memantapkan langkah untuk menapak.

Jangan khawatir wahai pebisnis muslim! Tanpa kita sadari, sebenarnya kita sudah memiliki modal “berani” yang kita bawa sejak lahir. Bukankah ketika kita masih berumur 9 bulan, kita sudah berani untuk mulai berdiri dan berjalan? Walau kita tahu akan jatuh bahkan sering mengalaminya. Apakah ketika itu kita menyerah karena sering gagal? Ternyata tidak, kita berani melawan karena kita yakin akan tiba di tujuan, walau jalannya banyak ditaburi ranjau kegagalan. Kini lihatlah buktinya! kita telah bisa berjalan dan berlari. Ini semua berawal dari keberanian kita untuk memulai sesuatu yang baru.

Berani yang kami maksudkan di sini adalah berani yang penuh perhitungan, memperhatiakan rambu-rambu dan peraturan. Bukan berani “nekat” atau membabi- buta, yang pada dasarnya adalah bergerak tanpa perhitungan.

Tawakkal bukan dilakukan karena takut memulai. Tapi sebaliknya, setelah kita berani melangkah dan memulai, baru kita tawakkal. Karena kita tahu manusia hanya berikhtiyar dan mencoba sekuat tenaganya, adapun yang menentukan rezeki hanyalah Allah Ta’ala.

2. Berani Bertahan atau Berani Bersaing

Setelah langkah pertama dimulai, kini dituntut keberanian lain, yaitu keberanian bertahan dalam persaingan bisnis. Persaingan dalam dagang atau dunia usaha adalah hal lumrah dan pasti adanya, karena kita bukan sedang berjualan di hutan. Akan ada yang berjualan atau memproduksi benda seperti punya kita, maka beranilah dalam menghadapi persingan ini. Anggaplah persaingan adalah pemicu adrenalin untuk menambah semangat kita dalam berusaha.

Bila Anda dulu pernah sekolah di SMP atau SMA, coba Anda bayangkan! Bila dalam kelas Anda tidak ada saingan, hanya Anda anak yang pintar. Pasti Anda akan puas dengan nilai 7 karena sudah menempati rangking pertama. Tapi, bila ada pesaing yang mampu meraih nilai 9, pasti Anda akan lebih giat belajar untuk memperoleh nilai 10 agar memperoleh peringkat pertama.

3. Berani Tampil Beda

Tampil beda kebutuhan paling urgen dalam menghadapi persaingan. Mungkin produk atau jasa yang kita jual adalah barang umum di pasaran. Oleh karena itu, jalan menggaet pelanggan adalah dengan berani tampil beda dalam berbagai hal, baik dalam iklan, pelayanan, tampilan, dan lain sebagainya.

Ini adalah beberapa contoh praktik “tampil beda” dari pelaku usaha yang mungkin pernah kita jumpai :
Anda pernah membaca slogan salah satu super market: “Anda dapat harga yang lebih murah dari kami, maka kami ganti selisihnya”. Saya yakin sekali, pasti ada salah satu barang yang dijual di tempat lain dengan harga lebih murah, tapi pernahkah ada yang datang untuk komplain? Jadi, apa fungsi slogan itu? Tak lain hanyalah untuk tampil beda guna memikat daya tarik konsumen.

Pernah tahu ada warung bakso namanya “ora pathe enak” (bahasa jawa), yang artinya: gak begitu enak. Kira-kira kalau Anda seorang penggemar bakso, apa Anda akan tertarik untuk mencobanya? Nah, berawal dari mencoba inilah yang akan mengalir ke ketagihan.

Pernah dengar ada rumah makan melayani para tamunya bukan dengan menghidangkan makanan, tapi dengan mempersilahkan mereka memasak sendiri, yang tentunya di bawah bimbingan chef yang profesional. Ternyata ide itu sangat menarik bagi orang yang hobi dunia kuliner.


Boleh-boleh saja untuk tampil beda, selama itu masih dalam koridor dibolehkan oleh syariat.



Sumber: PengusahaMuslim.com

Categories